Temuan Narkoba di Tempat Hiburan Malam Star City, Mulyadi: Segel!!

Teks foto: Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, Mulyadi Anwar

Temuan narkoba di beberapa tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru oleh aparat kepolisian dalam razia pada Ahad kemarin, ditanggapi kalangan legislator di DPRD Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru dinilai kecolongan dalam mengawasi tempat hiburan malam yang beroperasi di Kota Pekanbaru, terlebih di masa pandemi covid-19.

"Sedih, karena masa covid seharusnya warga patuhi protokol, tapi tempat hiburan buktinya tidak. Pekanbaru adalah kota madani yang digaungkan nilai-nilai keislamannya, tetapi kenyataannya di lapangan banyak terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, Mulyadi Anwar, saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2020).

Mulyadi secara tegas meminta Pemko Pekanbaru segera menutup tempat hiburan malam yang terbukti terjadi penggunaan narkoba di sana terlebih di masa pandemi beroperasi dengan tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Kita rekomendasikan Star City tutup karena sudah beberapa kali melanggar aturan yang ada. Kalau emang mereka bandel, ya tutup saja dan cabut izinnya," tegas Mulyadi.

Kepada instansi penegak Perda yakni Satpol PP dan badan terkait, diminta aktif melakukan pengawasan kemudian terutama tentang Perda hiburan. Karena dengan adanya temuan narkoba di lokasi tempat hiburan malam yang masih beroperasi di masa pandemi ini, Mulyadi mempertanyakan kinerja Satpol PP Pekanbaru.

"Karena meraka memiliki kewajiban, jangan cuma hanya menunggu laporan saja, seharusnya turun ke lapangan, kan itu kewajiban mereka, seharusnya instansi itu turun ke lapangan rutin guna memastikan tidak adanya pelanggaran yang dilakukan oleh tempat hiburan, kita pertanyakan ini instansi penegak perda," pungkas Mulyadi.

Seperti diketahui, ratusan orang lebih pengunjung yang tengah dugem di Star City tempat hiburan malam di Jalan Sudirman, Pekanbaru, tak berkutik pada Ahad (6/9/2020) dinihari, saat tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru datang dan langsung menggeledah. Saat itu ditemukan banyak narkoba.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, mengatakan benar telah mengamankan sebanyak 110 orang pengunjung salah satu tempat hiburan malam di Pekanbaru, Senin (7/9/2020). "Ada 110 pengunjung di salah satu tempat hiburan yang ada di Pekanbaru. Semuanya kita lakukan test urine di tempat," ucap Nandang saat ekspos, dikutip halloriau.com.

Hasil pemeriksaan test urine, ada sebanyak 76 orang pengunjung yang dinyatakan positif methamphetamine atau ampethamin. Sisanya 36 orang, hasilnya negatif. Selain itu, saat penggeledahan berlangsung, Nandang menyebutkan tim gabungan menemukan sejumlah barang bukti narkoba jenis pil ekstasi dengan berbagai merk.

"Totalnya ada 41 butir ekstasi, 1 butir Happy Five dan serbuk-serbuk pil ekstasi dalam kemasan sudah hancur menjadi bubuk," sambung Nandang.

Terkait temuan barang bukti itu, seorang wanita berumur 26 tahun inisial DN yang merupakan warga Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Pekanbaru, langsung ditetapkan sebagai tersangka. "Atas kepemilikan 1 butir Happy Five," tegas Nandang.

Tak puas dengan satu tempat hiburan malam yang ada di Kota Pekanbaru, tim gabungan kembali menyisir Embassy di Komplek Hotel Jatra Pekanbaru. "Di sana (Embassy,red) sebanyak 30 orang pengunjung dilakukan tes urine namun hasilnya negatif methamphetamine maupun ampethamin," tutur Nandang.

Kedepan, Nandang mengatakan akan terus melakukan razia di tempat-tempat hiburan malam yang ada di Kota Pekanbaru. Tujuannya, menyisir adanya diduga tempat-tempat penyebaran narkoba.

"Kasus ini akan ditindak lanjuti dan memeriksa guna hasil pengembangan temua narkoba ini. Selain berantas peredaran narkotika, juga dalam melakukan pengawasan terhadap penerapan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid 19," pungkas Nandang.

Tulis Komentar