Pekanbaru Bersampah, DPRD Minta Evaluasi Kinerja Kepala DLHK

Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru berang melihat kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru. Pasalnya, memasuki awal tahun 2021 ditemukan banyaknya sampah yang menumpuk di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.

Persoalan sampah menumpuk tersebut diduga karena proses lelang untuk pengangkutan tahun 2021 belum tuntas hingga awal Januari ini. Untuk sementara waktu, pengangkutan sampah seluruhnya kini dilakukan swakelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.


Sejak 2018 lalu di Kota Pekanbaru memiliki dua perusahaan jasa pengelola angkutan sampah yang dikerjasamakan. Yaitu PT Samhana Indah dan PT Godang Tua Jaya. Kedua perusahaan ini dibagi dua zona wilayah. PT Godang Tua Jaya mengangkut sampah di Kecamatan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Marpoyan Damai. Sedangkan PT Samhana Indah mengangkut sampah di Kecamatan Bukitraya, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kecamatan Senapelan, Kecamatan Lima Puluh, Kecamatan Sail dan Kecamatan Tenayan Raya.

 

Sedangkan sampah di dua kecamatan lainnya yakni Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir diangkut swakelola atau langsung diangkut oleh petugas dari DLHK Kota Pekanbaru.

Sejak tanggal 31 Desember 2020 PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah telah berakhir kontrak pengangkutan sampah dengan Pemko Pekanbaru. Memasuki awal Januari 2021, maka otomatis dua perusahaan tersebut tidak lagi bekerja melakukan pengangkutan sampah. Akibatnya, banyak sampah menjadi tidak terangkat dan menumpuk di beberapa titik jalan.


Melihat persoalan sampah menumpuk tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST menyebut persoalan sampah menumpuk ini tidak terlepas dari kesalahan dari DLHK yang dinilai lambat dalam antisipasi kontrak jasa pengangkut sampah yang berakhir.

"Sebenarnya ini kesalahan dari DLHK. Karena multiyears sudah habis pada Desember 2020 dan sudah ketok palu di awal Desember, maka ini seharusnya DLHK bisa mengajukan untuk lelang ke pihak ketiga karena anggarannya sudah ada. Jadi kita pertanyakan, kenapa terlambat dan apa alasannya. Sebab, jelas multiyears ini sudah habis kontraknya di Desember," tegas Ketua Komisi IV Sigit Yuwono ST, Senin (4/1/2020).

 

DLHK Kota Pekanbaru mengerahkan 17 unit truk yang digunakan untuk mengangkut sampah se-Kota Pekanbaru seiring kontrak dari jasa pengangkut sampah berakhir dan

Mendengar kabar tersebut, Politisi Demokrat ini memberikan solusi terhadap DLHK dengan cara PL (Penunjukan Langsung) kepada perusahaan jasa pengangkut sampah. Sebab, 17 unit truk DLHK tersebut dinilai tidak mungkin dapat mengangkut sampah se-Kota Pekanbaru.


"Kita minta DLHK untuk di-PL-kan terlebih dahulu. Kalau hanya 17 unit truk untuk mengangkut sampah se-Kota Pekanbaru ini tidak mungkin tercapai, yang ada sampah makin menumpuk. Jadi solusi kita adalah tunjuk langsung saja kepada perusahaan yang sanggup sebulan atau dua bulan. Setelah ada pemenang lelang, baru kita putuskan, itu diperbolehkan," jelas Sigit.

Sigit merekomendasikan kepada Walikota Pekanbaru untuk segera mengevaluasi kinerja DLHK yang dinilai tidak sanggup menangani persoalan sampah.

"Kita bukan menyalahkan DLHK-nya, tetapi kita salahkan itu adalah kinerjanya. Bukan masalah OPD. Maka, kita minta Walikota Pekanbaru harus mengevaluasi kinerja DLHK ini semuanya. Seandainya tidak sanggup menangani masalah, maka harus siap mundur. Mulai dari Kepala Dinas hingga Kepala Bidang semuanya harus dievaluasi, istilahnya cuci gudang," serunya.

Senada dengan Sigit, Anggota Komisi IV lainnya Ali Suseno mengaku sangat menyayangkan adanya sampah menumpuk yang terjadi di beberapa titik jalan. Ia menyebut pengelolaan sampah harus dilakukan dengan penanganan yang serius.

"Jika dinas terkait tidak mampu menangani sampah ini, maka kita minta Walikota Pekanbaru untuk mengevaluasi kinerja OPD bersangkutan. Karena ini tidak main-main, sampah ini cerminan kota kita. Jadi harus serius menangani sampah ini" ucap Ali.

 

Polisiti Hanura tersebut berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat segera menuntaskan persoalan sampah yang menumpuk itu dengan penanganan yang strategis.

"Kita berharap Walikota Pekanbaru dapat mengevaluasi kinerja dinas terkait tersebut yang pengelolaan sampah dan ambil langkah-langlah yang strategis sehingga penanganannya tidak berlarut-larut, sehingga masyarakat tidak terkena dampak sampah ini kembali," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV Robin Eduar meminta kepada Walikota Pekanbaru untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap OPD bersangkutan. Ia meminta penempatan orang-orang tepat yang bisa mengurus masalah sampah di Kota Pekanbaru.

"Sampah ini tidak bisa main-main. Sebab, sampah ini setiap hari dikeluarkan dari rumah tangga. Satu hari tidak dikerjakan besoknya menumpuk dan menumpuk, jadi sampah ini tidak bisa ditunda-tunda. Setiap kali kita memasak itu setiap harinya pasti keluar sampah terus. Dari setiap pagi sampai sore keluar terus. Jika sampah ini tidak diangkut, maka hasilnya menumpuk," ungkapnya.

 

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, Kota Pekanbaru sebagai wajah dari Ibukota Provinsi Riau menjadi tercoreng dan malu akibat dampak adanya temuan sampah yang menumpuk dibeberapa titik jalan di Kota Pekanbaru.

"Kita lihat dimana-mana Kota Pekanbaru ini penuh dengan sampah. Pekanbaru ini merupakan cerminan wajah dari ibukota Provinsi Riau. Orang-orang berdatangan kesini saat melihat persoalan ini tentu membuat kita semua menjadi malu karena banyaknya sampah menumpuk itu dijalan," ujar Robin.

Terakhir, Roni Pasla turut mengomentari terkait persoalan menggunungnya sampah ditepi ruas jalan di Kota Pekanbaru.

Roni menegaskan bahwa jika seandainya proses lelang menemui kendala, DLHK seharusnya membuat Addendum dengan perusahaan jasa pengangkut sampah yang lama.

"Setiap hari kita lihat adanya penumpukan sampah sejumlah titik. Menurut DLHK, Kota Pekanbaru menghasilkan sampah sekitar 700-800 ton dalam sehari. Bayangkan saja, empat hari ini jika dikalikan penghasilan sampah per hari maka ini sudah berapa banyak yang menumpuk," ujar Roni.

 

Kepada wartawan, Politisi PAN ini menyebut bahwa akan memanggil DLHK Kota Pekanbaru untuk meminta keterangan lebih lanjut terkait persoalan menumpuknya sampah disejumlah titik jalan di Kota Pekanbaru.

"Besok kita akan panggil DLHK Kota Pekanbaru untuk bagaimana caranya mencarikan solusinya terkait masalah sampah ini. Apakah nanti akan menggunakan kendaraan angkutan lain. Intinya, yang terpenting saat ini adalah sampah di Pekanbaru ini harus terangkut semua ke TPA Muara Fajar," pungkasnya.

Tulis Komentar