Komisi IV DPRD Pekanbaru Sayangkan PDAM Tak Peduli Pipa Air Bocor

Anggota DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak untuk bertanggung jawab atas bocornya pipa air yang mengakibatkan jalan menjadi tergenang air.

Salah satu pipa air bocor tersebut berada di Jalan Melur Kota Pekanbaru. Akibat bocornya pipa air PDAM itu, sebagian jalan digenangi air. Hal ini membuat pengendara yang melintasi jalan melur tersebut menjadi terganggu.


Seorang warga sekitar, Edi mengatakan bahwa pipa air tersebut bocor diperkirakan sudah setahun. Bermula dari lubang kecil yang semakin hari bocornya semakin besar karena tidak ada perbaikan.

"Pipa ini bocor mungkin sudah setahun, karena dulu awalnya dari kecil dan lama-kelamaan jadinya besar bocornya. Sudah banyak yang mengadukan, namun tidak ada respon dan tindakan langsung dari pemerintah. Harapannya tentu ini segera diperbaiki," paparnya.

Berdasarkan pengakuan Edi, dirinya inisiatif untuk memasang tanda berupa kayu sebagai bentuk peringatan agar masyarakat yang melintas berhati-hati, sebab tanda tersebut ialah sumber dari bocornya pipa PDAM.

"Kayu itu saya sendiri yang tancapkan sebagai tanda agar orang lewat jalan melur ini berhati-hati, karena di situ ada lubang. Kenapa saya kasih tanda di situ sebab pernah terjadi kecelakaan dekat lubang bocor itu. Kalau tidak salah ada tiga motor dan satu mobil yang mengalami kecelakaan," ungkapnya.

Melihat adanya kebocoran pipa PDAM tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar menghubungi pihak PDAM Tirta Siak untuk memintai keterangan atas kejadian pipa bocor tersebut.

"Masalah pipa PDAM yag bocor ini saya sendiri yang melaporkan langsung ke direksinya untuk meminta keterangan, namun sampai hari ini tidak ada tanggapan dari pihak PDAM. Karena pipa bocor tersebut mengakibatkan jalan rusak. Sebab, aspal itu rentan terhadap air, apalagi kucuran air itu lumayan kuat," kata Robin Eduar, Selasa (29/12/2020).

 

Atas kejadian tersebut, Politisi PDI Perjuangan ini meminta PDAM Tirta Siak selaku pemilik pipa air untuk segera mengatasi dan memperbaiki pipa yang bocor tersebut.

"Kita minta PDAM Tirta Siak untuk segera memperbaiki pipa bocor di jalan itu. Karena jika tidak diperbaiki, maka jalan itu akan rusak. Semakin hari, lubang itu akan semakin besar. Dan, akibat pipa bocor ini membuat masyarakat yang melintas jadi terganggu. Jadi kami minta PDAM untuk serius menangani pipa bocor tersebut," tegasnya.

Menurut Robin, jika pipa bocor itu tidak secepatnya diperbaiki maka akan memakan biaya tambahan untuk memperbaiki jalan rusak akibat dari pipa bocor yang dibiarkan begitu saja.

"Kalau ini membuat jalan rusak semakin besar, maka biaya perbaikan jalan itu semakin hari maka akan semakin besar juga. Oleh karena itu kami minta PDAM Tirta Siak untuk serius menangani pipa bocor ini agar pemerintah dapat menghemat biaya perbaikan jalan," pungkasnya.

Tulis Komentar