DPRD Pekanbaru Minta Peredaran Miras Diawasi Ketat Karena Bertentangan dengan Budaya Melayu

Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Muhammad Sabarudi ST, mengkritik keras peredaran minuman keras (miras) di Kota Pekanbaru. Pasalnya, miras merupakan khamar haram yang bertentangan dengan Budaya Melayu yang mayoritas penduduknya Islam.

"Saya minta miras ini betul-betul ditertibkan. Apalagi peredaran miras sangat bertentangan dengan nilai budaya Melayu yang identik dengan nilai Islam. Apalagi Pekanbaru merupakan negeri Melayu," kata Muhammad Sabarudi saat dikonfirmasi di kantor DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (9/3/2021).



Politisi PKS ini berharap persoalan miras tidak terabaikan. Pasalnya, realita saat ini dari hasil sidak dilakukan Komisi II beberapa waktu lalu ditemukan beberapa toko kelontong menjual miras dengan bebas.



"Kembali saya ingatkan kepada OPD terkait baik itu Disperindag, Satpol PP maupun DPMPTSP agar mereka tak hanya sekedar memberikan izin, tetapi juga melakukan evaluasi dan memantau peredaran miras di Pekanbaru," tegas Sabarudi.



Ditambahkan Sabarudi, dengan dijual bebas miras akan menimbulkan penyakit masyarakat, tingkat kriminalitas tinggi dan hancurnya masa depan para generasi.

"Miras ini sudah diatur pemerintah peredarannya hanya boleh di hotel yang memiliki bar, kafe yang ada barnya dan restoran yang memiliki bar. Tidak semua kalangan bisa kosumsi, kalau diecer tentu ini menjadi masalah," pungkasnya.

Tulis Komentar